Ada kesalahan di dalam gadget ini

Minggu, 02 Desember 2012

My First Love


MY FIRST LOVE

Saat itu aku merasa menjadi cewek yang paling bahagya. Aku tak pernah menyangka akan bertemu lagi dengannya di sebuah toko buku. Hampir sekitar 3th, aku tak pernah bertemu ataupun melihatnya. Tak ada satu katapun yang bisa keluar dari bibirku, aku hanya bisa tersenyum kecil sampai akhirnya dia menyapaku dan memanggil namaku dengan lirih.
“ Arum … !!! ” sesaat kemudian aku tercengang ternyata ia masih mengingat namaku. Tapi ini hanyalah pertemuan singakat, karena aku harus bergegas pergi.
 Berawal dari Minggu pagi …  saat HPku berdering. Ya Tuhan … suara itu bener-bener suara Aby.Entah darimana Aby tahu number Hpku. Dan sejak saat itu, Aby sering telphone atau kirim pesan untukku. Terkadang Aby hanya menanyakan kabar atau bertanya gimana tadi di sekolah, karena aku dan Aby beda sekolah. Sampe suatu saat ia bilang, mencintaiku, ia mencintaiku sudah sejak dulu. Aku bingung dan aku tak tau mesti bilang apa ke Aby. Aku tak tau apa itu cinta dan apa arti kekasih.
Aby begitu perhatian, dai selalu memberi aku semangat saat belajar, ia begitu peduli saat aku sakit atau bersedih dai selalu ada saat aku membutuhkannya. Pernah suatu hari ia melupakan aku, tak ada telphone atau pesan yang ia kirim, dan aku merasa kosong. Aku merasa kehilangan sesuatu, aku tak tau apakah ini yang namanya cinta …  ???.
Ketika rindu menyeruak, mengetuk hati dan jiwaku, mengalir begitu saja dengan sendirinya seperti air, Aku sungguh tak mampu untuk membendungnya. Ingin rasanya aku menjerit dan teriak, berharap ia tau dan bisa merasakannya. Tapi semua itu tak mungkin, karena lidahku kelu dan bibirku selalu terkatup. Hanya denga isak tangis bibirku bergetar dan dalam hati ku sebut namanya
“ Aby … taukah kamu ??? bahwa aku membutuhkanmu ??? karena aku mencintaimu lebih dari apapun di dunia ini. Aku mencintaimu dengan segenap hati dan jiwaku ”.
Tiga bulan telah berlalu sejak aku putuskan untuk memilih Aby menjadi teman dekatku, semuanya terasa begitu indah. Penuh dengan tawa dan canda mesti ada kalanya kita bertengkar. Aby selalu menyempatkan waktu untuk bertemu denganku mesti hanya satu minggu sekali, karena memang itu waktu yang aku punya untuk bertemu dengannya. Tapi entah kenapa, saat bertemu dengannya, aku merasa canggung, aku merasa jenuh dan aku tak pernah bisa bersikap manis pada Aby dan aku mulai sering bersikap kasar atau terkadang hanya diam membisu saat ia bicara.
Aku tak tau apa yang sedang terjadi antara aku dn Aby, tapi … aku merasa tak ingin mempertahankannya dan aku putuskan untuk mengakhiri kisah hari-hariku bersamanya, dengan alasan tak ada waktu lagi untuknya, karena begitu banyak kegiatan sekolah yang harus aku ikuti dan jadwal les  ku yang padat. Tapi … Aby tak mau tau, Aby tidak mau melepaskan aku, ia tak ingin semuanya berakhir.
Mesti aku selalu berusaha menghindar, Aby tetap sabar, ia masih tetap peduli dan memperhatikanku, sampe akhirnya aku tak tega melukai perasaannya.
Seiring waktu berjalan …  Aby mulai berubah, Aby tak sebaik yang dulu lagi, ia mulai sering melupakan aku. Mesti ia masih sempat datang di hari ulang tahunku dengan membawa boneka lucu di tangannya. Aku tak menyangka kalau itulah awal dari akhir kisahku dengannya.
Temannya bilang … kalau dia sekarang jalan dengan cewek lain, seketika itu … kepalaku pusing, hatiku seperti tercabik-cabik, seakan petir menyambar dan membakar tubuhku. Aku tak bisa lagi membendung air mata, saat itu ingin rasanya aku berlari dan menamparnya.
“ Aby … kenapa kau tega lakukan ini padaku ??? ” Saat itu aku mulai tau artinya mencinta dan aku yakin tak akan pernah takut untuk membiarkannya pergi dan berlalu, jika yang aku dapat hanyalah rasa sakit dan tak ada alasan untuk kembali ke masa lalu.           

   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar